Pengumpan:
Tulisan
Komentar

SYAIR MENJEMPUT SENJA

Kuasa Mu Atas Diri,
Buatku Tersadar Akan Hidup,
Jengah Hati Ini,
Saat Mendengar Nama Mu,
Lahirkan Benih Kasih,
Terusik Jiwa-Jiwa Yang Kotor,
Pergi…!! “Hardikku” Pada Jiwa Itu,
Biarkan Kelapangan Ini Slalu Terbuka,
Demi Meraih Cinta,
Cinta Yang Sejatinya,
Berikan Kedamaian Hati,
Dalam Setiap Ucap,
Setiap Langkah,
Tak Kuasa Ku Tanpa Mu,
Oh… Kekasihku,
Teruslah Kuasa Mu Atas Jiwa Ini,
Bawa Slalu Dalam Balutan Cinta Mu…

Tenggarong, Agustus 2010

Terasa Masih,

Perlahan Tapi Pasti,

Melewati Waktu,

Diantara Serpihan Hati,

Dengan Tangan Terbuka,

Ku Masih Seperti Yang Dulu,

Ku Kan Menerimamu,

Walau Semua Telah Berubah,

Bayangmu Masih Bersamaku…..

[Tenggarong, 27 Maret 2010]

KEBISUAN

Saat Kata Tak Mampu Terucap
Bibir Terdiam Tanpa Kata
Mata Terus Memandang
Sejuta Makna Tersirat Dalam Diam
Seolah Menepis Keraguan

Tak Terlihat Garangnya Matahari
Bersembunyi Dibalik Bulan Purnama
Kemilau Bintang Bertaburan
Tak Membuatmu Berani Melawan Angin
Angin Kasih
Yang Telah Menahan Lidah Tuk Berkata

Malam Semakin Dingin
Bulan Purnama Mulai Beranjak Pergi
Masih Saja Dirimu Terdiam
Ku Hanya Bisa Tersenyum
Menatap Bidadari Terdiam Tanpa Kata

[Tenggarong, Juli 2010]

GADIS DESA

Gadis desa..

Engkau seperti bulan yang menemani mlm

Engkau bagaikan bidadari

Yang dinantikan semua laki-laki..

Yang tatkala mata memandang

Menimbulkan ribuan pertanyaan tentang kau..?

Beribu lelaki

Terpanggil oleh manis senyummu,

Tawamu

Bawa semua terhanyut dalam candamu.

Tatapan matamu

Membuat para lelaki ingin dapatkan cintamu..

Karena kau bagaikan bintang

Muncul tuk mendampingi bulan yang sedang sendiri…???

Oh gadis desa..

[Kota Bangun, April 2008]

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.